Kamis, 24 Januari 2013

Silatuhrahmi dengan Senyuman

Hari itu... Aku mau pergi ke rumah OM saya.Pada saat saya akan mau pergi aku menenangkan pikiran
sejenak,karena tidak baik apabila kita terburu-buru, kata-kata ini yang pernah saya dengar dari Etta saya ( Bapak saya ) bahwa apabila kita ingi bepergian tenangkanlah pikiran sejenak dan membaca doa sebelum keluar dari rumha..pasti sahabat semua sudah tahu doa sebelum keluar rumah kan....Aku pun berangkat namun saat saya di jalan tiba-tibagerombolan sapi yang amat banyak menghalangi jalan saya.Kemudian saya memberhentikan motor saya untuk sejenak.Tujuan saya memberhentikan motor saya agar gerombolan sapi dapat berjalan dan sampai di tujuaannya.Sore itu memang saya agak gembira dan ceria,,ketika dibelakang gerombolan sapi itu terdaoat seorang kakektua sebagai pengemablanya.Pada saat kakek itu lewat di depan saya,saya pun tersenyum dan menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan.Hari esoknya akupun lewat di jalan yang sama,dan lagi-lagi aku berjumpa dengan kakek tua itu.Aku pun lantas turun dan menjalin silatuhrahmi dengan kakek itu.Dari pengalaman itu,saya mengambil sebuah pelejaran bahwa senyuman adalah senjata ampuh saat menjalin sillatihrahmi.Alhamdulillah sampai sekarang hubungan saya dengan kakek itu baik,itu karena hanya bermodalkan senyuman,
Apalagi  senyuman itu kan ibadah,jadi marilah kita menistiqomahkan untuk senyum, dan jangan selalu marah-marah yaa...
Pesan saya kepada saudaraku senyumlah kepada orang yang menjumpai anda,tapi jangan senyum terus nanti disangka orang gila..kan nanti jadi ngga enak.

0 komentar:

Posting Komentar